Tampilkan postingan dengan label sumur resapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumur resapan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Definisi Sumur Resapan dan Biopori

Definisi Sumur Resapan dan Biopori - Sumur Resapan adalah sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan/aliran permukaan agar dapat meresap ke alam tanah. Biopori  merupakan lubang vertikal ke dalam tanah yang berfungsi meningkatkan laju peresapan air hujan. Pembuatan lubang resapan biopori ke dalam tanah secara langsung akan memperluas bidang permukaan peresapan air, seluas permukaan dinding lubang.


Bangunan sumur resapan sekurang-kurangnya terdiri dari :
  • Saluran air sebagai jalan air yang akan dimasukkan ke dalam sumur.
  • Bak kontrol yang berfungsi untuk menyaring air sebelum masuk sumur resapan 
  • Pipa pemasukan atau saluran air masuk. Ukuran tergantung jumlah aliranPermukaan yang akan masuk.
  • Sumur resapan
  • Pipa pembuangan yang bersungsi sebagai saluran pembuangan jika air dalam sumur resapan sudah penuh.
Beberapa Ketentuan Umum untuk Pembangunan Konstruksi Sumur Resapan
  • Sumur resapan sebaiknya berada diatas elevasi/kawasan sumur sumur gali biasa.
  • Untuk menjaga pencemaran air di lapisan aquifer, kedalaman sumur resapan harus diatas kedalaman muka air tanah tidak tertekan (unconfined aquifer) yang ditandai oleh adanya mata air tanah.
  • Pada daerah berkapur/karst perbukitan kapur dengan kedalaman/solum tanah yang dangkal, kedalaman air tanah pada umumnya sangatlah dalam sehingga pembuatan sumur resapan sangatlah tidak direkomendasikan. Demikian pula sebaliknya di lahan pertanian pasang surut yang berair tanah sangat dangkal.
  • Untuk mendapatkan jumlah air yang memadai, sumur resapan harus memiliki tangkapan air hujan berupa suatu bentang lahan baik berupa lahan pertanian atau atap rumah. Sebelum air hujan yang berupa aliran permukaan masuk kedalam sumur melalui saluran air, sebaiknya dilakukan penyaringan air di bak kontrol terlebih dahulu.
  • Bak kontrol terdiri-dari beberapa lapisan berturut-turut adalah lapisan gravel (kerikil), pasir kasar, pasir dan ijuk. Penyaringan ini dimaksudkan agar partikel-partikel debu hasil erosi dari daerah tangkapan air tidak terbawa masuk ke sumur sehingga tidak menyumbat pori-pori lapisan aquifer yang ada. Untuk menahan tenaga kinetis air yang masuk melalui pipa pemasukan, dasar sumur yang berada di lapisan kedap air dapat diisi dengan batu belah atau ijuk.
  • Pada dinding sumur tepat di depan pipa pemasukan, dipasang pipa pengeluaran yang letaknya lebih rendah dari pada pipa pemasukan untuk antisipasi manakala terjadi overflow/luapan air di dalam sumur. Bila tidak dilengkapi dengan pipa pengeluaran, air yang masuk ke sumur harus dapat diatur misalnya dengan seka balok dll.
Lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm, dengan kedalaman sekitar 100 cm atau jangan melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang tersebut kemudian diisi oleh sampah organik agar terbentuk biopori dari aktivitas organisme tanah dan akar tanaman. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah menyusut karena proses pelapukan. Karena berdiameter kecil, lubang ini mampu mengurangi beban resapan, sehingga, laju peresapan air dapat dipertahankan. Pembuatan lubang resapan biopori cukup sederhana, murah dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Alatnya tergolong sederhana berupa bor hasil modifikasi.

Semoga Bermanfaat!!!



Kegunaan Sumur Resapan dan Biopori

Kegunaan sumur resapan dan biopori - Sumur resapan dan biopori terdapat kegunaan-kegunaannya diantaranya:
  • Menyuburkan tanaman sampah organik yang kita buang di lubang biopori merupakan makanan untuk organisme yang ada dalam tanah. Organisme tersebut dapat membuat sampah menjadi kompos yang merupakan pupuk bagi tanaman di sekitarnya.
  • Mencegah banjir banjir sendiri telah menjadi bencana yang merugikan bagi warga.  Keberadaan lubang biopori dapat menjadi jawaban dari masalah tersebut. Bayangkan bila setiap rumah, kantor atau tiap bangunan memiliki biopori berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu banyak pula dan dapat mencegah terjadinya banjir.Tempat pembuangan sampah organik Banyaknya sampah yang bertumpuk juga telah menjadi masalah tersendiri. Kita dapat pula membantu mengurangi masalah ini dengan memisahkan sampah rumah tangga kita menjadi sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dapat kita buang dalam lubang biopori yang kita buat. 
  • Meningkatkan kualitas air tanah Organisme dalam tanah mampu membuat samapah menjadi mineral-mineral yang kemudian dapat larut dalam air. Hasilnya, air tanah menjadi berkualitas karena mengandung mineral. Konsep pembuatan sumur resapan memang tidak untuk memperbaiki "kualitas" air tanah. tetapi cenderung menambah cadangan atau "kuantitas " air tanah. Hal ini dimaksudkan supaya pada saat musim kering kita tidak kekurangan air. Apabila tidak dibuat sistem serapan, maka yg terjadi adalah pada saat musih hujan kita kebanjiran, dan pada saat musim kemarau kita kekeringan. Jadi sistem serapan ibarat sebuah tabungan yg menabung air saat melimpah, sehinga dapat kita ambil "tabungan" tsb di musim kemarau. Apabila sistim ini mampu berjalan dg baik maka dua masalah besar dapat diselesaikan, Bahkan system ini lebih baik dari sistem banjir kanal yg hanya mengirim semua air hujan/tawar ke laut, dan akhirnya pas musim kering kita benar2 kekurangan air.
Inilah Kegunaan Sumur Resapan dan Biopori. Anda jangan khawatir kekurangan air pada musim kemarau datang, ada solusinya buat sumur resapan untuk mendapatkan air bersih dan kita tidak akan kekurangan air.

Semoga Bermanfaat!!!

Kamis, 28 Februari 2013

8 Manfaat dari Sumur Resapan 

8 Manfaat dari Sumur Resapan - Manfaat sumur resapan, sumur yaitu sumber air yang paling utama untuk mendapatkan air bersih. Kualitas dan juga kuantitas dari sumur kita bisa terjaga dengan adanya sumur resapan, sumur resapan sangat penting untuk mendapatkan air bersih dan juga bisa bisa untuk mencegah banjir. Air hujan yang mengalir kedalam sumur resapan nanti untuk menampung air atau menbantu menjaga persediaan air ketika musim kemarau, kita tidak akan kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Makin kesini air bersih semakin sulit. inilah tips terbaik untuk air bersih. Ada 8 manfaat dari sumur resapan yang kita buat diantaranya :
  • Menambah jumlah air yang masuk kedalam tanah. Tambahan air ini sedikit banyak akan dapat mencegah instrusi air laut.
  • Sumur resapan mampu menampung dan mengatasi limpasan air ketika hujan atau dapat mencegah banjir ketika hujan.
  • Cara pmbuatan sumur resapan tidak menggunakan teknologi tinggi.
  • Mempertahanka tinggi muka air tanah.Saat kemarau datang, diharapkan permukaan air tanah tidak terlalu turun secara drastis sehingga sumur yang kita buat masih bisa kita gunakan.
  • Dengan semakin banyaknya air yang masuk ke dalam tanah melalui sumur serapan, pori - pori tanah akan terisi air dan mencegah terjadinya penurunan tanah.
  • Dengan adanya pengaturan aliran air, diharapkan pencemaran air tanah dapat ditekan serendah mungkin.
  • Pembuatan sumur resapan juga dapat menarik tenaga kerja dan proyek padat karya melalui program pemberdayaan masyarakat.
  • Mampu menampung limpasan air, beban atau volume air yang masuk ke drainase dapat di kurangi sehingga dapat mencegah terjadinya banjir cileuncang.

Jokowi Membuat Sumur Resapan Di Jakarta

Jokowi Membuat Sumur Resapan Dibeberapa Titik Di Jakarta - JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta agar pembuatan sumur resapan jangan seperti membuat septic tank. Jokowi pun mengapresiasi pembuatan sumur resapan yang tak lagi menggunakan cara kuno karena sudah terproteksi dengan saringan.

Jokowi mengatakan, pengerjaan pembuatan sumur resapan di Balaikota sudah baik dan benar, mulai dari pipa dan saringannya. Apabila menggunakan cara lama, yaitu dengan menggunakan ijuk dan batu, sumur resapan itu harus dibersihkan dulu dari lumpur dan endapan.

"Ini sudah terproteksi dengan saringan. Buat sumur resapan jangan seperti buat septic tank yang menggunakn ijuk dan batu," kata Jokowi saat meninjau pembuatan sumur resapan di lingkungan Balaikota Jakarta, Senin (11/2/2013).

Di lingkungan Balaikota Jakarta, telah dibuat sembilan sumur resapan sejak Senin (21/1/2013). Satu sumur resapan dalamnya berkisar antara 2 hingga 20 meter.


Mengenai kedalaman sumur resapan baik yang berada di Balaikota maupun sumur resapan yang ada di bangunan lainnya, kata Jokowi, akan ada standar kedalamannya masing-masing, dan akan dibuat Peraturan Gubernur (Pergub) yang baru terkait izin mendirikan bangunan (IMB). IMB tersebut bakal diperketat seiring dengan banyaknya titik resapan air yang telah berubah menjadi bangunan rumah, mal, dan apartemen.

Salah satu hal yang menjadi fokus Pemprov DKI adalah ketersediaan sumur resapan pada setiap bangunan harus memiliki diameter dalam dari 100-200 meter. "Nanti ada standarnya kenapa dangkal kenapa dalam, ada yang 4 meter ada yang 100 meter, ada yang 200 meter. Ini baru dibuat untuk Pergubnya," kata Jokowi.
Jokowi pun mengatakan akan mempercepat proses pembuatan Pergub tersebut. Selain Pergub, Jokowi juga akan membuat Instruksi Gubernur untuk membuat peraturan sumur resapan untuk bangunan kantor, bank, hotel, dan gedung bertingkat lainnya.

"Tahun ini, targetnya dua puluhan ribu sumur resapan dengan kira-kira biaya dari APBD sekitar Rp 200 miliar. Itu untuk ruang publik, kampung-kampung, trotoar di jalan-jalan yang sering tergenang," kata Jokowi.

Bila air dari sumur resapan tersebut masih blm jernih jangan panik, gunakan filter air untuk lebih jernih, bersih dan sehat untuk kita. Gunakan filter air yomizu, Pasang filter air yomizu air menjadi bersih, jernih dan sehat.

Semoga Bermanfaat!!!
Sumber : kompas.com

Rabu, 27 Februari 2013

Cara Mendapatkan Air Bersih dengan Sumur Resapan

Cara Mendapatkan Air Bersih dengan Sumur Resapan - Kediaman Fatchy bukan di daerah berlimpah air. Ia tinggal di ibukota jakarta yang kerap kekurangan air disaat kemarau. "Hampir semua kolam renang di ibukota dipasok air PAM". Yang mengerikan, jakarta yang menjadi kawasan terpadat di Asia Tenggara ketersediaan airnya kerap tersendat. Tak jarang warga harus membeli air sehingga Rp60000 per  m3 dari pedagang air keliling yang mengambil air keliling yang mengambil air dari daerah lain.

Fetchy berfikir cara mendapatkan air bersih dengan sumur resapan. Fatchy tak pernah kurang air karena membuat sumur resapan. Sebuah sumur resapan dengan ukuran 1m x 1m x 2m ia buat dihalaman belakang rumah. Sumur itu meresapkan air hujan yang jatuh dari langit ke dalam tanah. "Selama ini kita hanya mengambil air tanah tanpa mengisinya kembali. Nah, resapan air hujan itu akan mengisi kembali air tanah yang sudah di ambil". 

Sumur disembunyikan dibalik hamparan batu kecil yang ditata mengelilingi taman. Batu ditata lebih rendah ketimbang permukaan tanah taman. Ketika turun hujan, air akan mengali melewati hamparan batu, lalu masuk kesumur resapan. "Hamparan batu juga berperan sebagai penyaring alami air hujan sebelum masuk ke sumur resapan.

Berkat kehadiran sumur resapan. Fatchy tak pernah kekurangan air bersih saat kemarau. Sumur resapan juga bisa mencegah banjir. Inilah Cara Mendapatkan Air Bersih dengan Sumur Resapan.

Semoga Bermanfaat!!!

Cara Membuat Sumur Resapan 

Cara Membuat Sumur Resapan - Mengenai air, di kota-kota besar di Indonesia telah mengalami dua hal yang berlawanan, misalnya : di permukaan tanah, banjir bisa mencapai atap rumah seperti yang terjadi belakangan ini, sementara di bawah tanah, permukaan air tanah (water table) di kota-kota besar terus mengalami penurunan. Untuk mencegahnya dan sekaligus dapat menjaga cadangan air, maka dibuatnya sumur resapan air hujan. Meskipun tidak seluruh masalah dapat diatasi, namun sumur resapan ini secara teoritis akan banyak membantu meringankan kedua masalah tersebut sekaligus.

Bagaimana sebenarnya sumur resapan itu bekerja? Air hujan yang jatuh ke halaman kita setidaknya 85 persen harus bias diserap oleh halaman tersebut agar tidak meluapkan banjir. Halaman rumah kita secara alamiah bias menyerap curahan air hujan yang jatuh, termasuk dari atap rumah, yang mengalir melalui talang. Di sini sumur resapan akan mengurangi sumbangan bencana banjir dengan mengurangi sumbangan run off air hujan.

Dibawah tanah, resapan ini akan masuk merembes lapisan tanah yang disebut sebagai lapisan tidak jenuh, dimana tanah (dari berbagai jenis) masih bisa menyerap air, kemudian masuk menembus permukaan tanah (water table) di mana dibawahnya terdapat air tanah (ground water) yang terperangkap di lapisan tanah yang jenuh. Air tanah inilah yang sebenarnya kita konsumsi.

Masuknya air hujan melalui peresapan inilah yang menjaga cadangan air tanah agar tetap bisa dicapai dengan mudah. Karena permukaan air tanah memang bisa berubah-ubah, tergantung dari suplai dan eksploitasinya. Dengan teralirkan ke dalam sumur resapan, air hujan yang jatuh di areal rumah kita tidak terbuang percuma ke selokan lalu mengalir ke sungai.

Bagaimana Cara Membuat Sumur Resapan di Pekarangan Rumah Kita ? Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata Cara Membuat Sumur Resapan Air Hujan untuk Lahan Pekarangan, menetapkan beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi sebuah sumur resapan yaitu :
  • Sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil.
  • Sumur resapan harus dijauhklan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum lima meter diukur dari tepi), dan berjarak minimum satu meter dari fondasi bangunan.
  • Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Kedalaman muka air (water table) tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan.
  • Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan tanah menyerap air) lebih besar atau sama dengan 2,0 cm per jam (artinya, genagan air setinggi 2 cm akan teresap habis dalam 1 jam), dengan tiga klasifikasi, yaitu :
  • Permeabilitas sedang, yaitu 2,0-3,6 cm per jam.
  • Permeabilitas tanah agak cepat (pasir halus), yaitu 3,6-36 cm per jam.
  • Permeabilitas tanah cepat (pasir kasar), yaitu lebih besar dari 36 cm per jam.


Spesifikasi Sumur Resapan

Sumur resapan dapat dibuat oleh tukang pembuat sumur gali berpengalaman dengan memperhatikan persyaratan teknis tersebut dan spesifikasi sebagai berikut :

1. Penutup Sumur

Untuk penutup sumur dapat dipilih beragam bahan diantaranya :
  • Pelat beton bertulang tebal 10 cm dicampur dengan satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil.
  • Pelat beton tidak bertulang tebal 10 cm dengan campuran perbandingan yang sama, berbentuk cubung dan tidak di beri beban di atasnya atau,
  • Ferocement (setebal 10 cm).

2. Dinding sumur bagian atas dan bawah

Untuk dinding sumur dapat digunakan bis beton. Dinding sumur bagian atas dapat menggunakan batu bata merah, batako, campuran satu bagian semen, empat bagian pasir, diplester dan di aci semen.

3. Pengisi Sumur

Pengisi sumur dapat berupa batu pecah ukuran 10-20 cm, pecahan bata merah ukuran 5-10 cm, ijuk, serta arang. Pecahan batu tersebut disusun berongga.

4. Saluran air hujan

Dapat digunakan pipa PVC berdiameter 110 mm, pipa beton berdiameter 200 mm, dan pipa beton setengah lingkaran berdiameter 200 mm.

Satu hal yang penting, setelah sumur resapan dibuat, jangan lupakan perawatannya. Cukup dengan memeriksa sumur resapan setiap menjelang musim hujan atau, paling tidak, tiga tahun sekali.

Inilah cara membuat sumur resapan di pekarangan masing-masing, kita bisa mencegah banjir sekaligus ,menjaga cadangan air.

Semoga Bermanfaat!!!

sumber : wwwnew.menlh.go.id